Thursday, November 28, 2013

TIPS MENJADI DEVELOPER PROPERTI

Punya lahan ngganggur? Kenapa tidak diolah menjadi perumahan? Menjadi developer properti saat ini boleh dikatakan sudah lebih mudah. Mengingat banyak sekali komunitas pebisnis properti yang tumbuh seiring dengan pertumbuhan bisnis properti itu sendiri. Benarkah menjadi pengembang itu sulit? Sebagaimana di jelaskan pada artikel sebelumnya Yuk Bisnis Properti sebenarnya tidaklah terlalu sulit selama kita mengetahui cara-cara menjadi developer properti. 


Nah sekarang mari kita mulai tips langkah demi langkah untuk dapat menjadi developer properti:

1. Luruskan niat. Ya betul luruskan dulu niat anda menjadi developer properti, kalau hanya ingin mendapatkan uang milyaran sayangnya itu bias di dapat dengan mudah namun juga bisa membuat anda rugi milyaran jika hanya uang tujuan anda. Tujuan atau goal anda adalah berbisnis. Meluruskan niat artinya men-setting mindset anda bahwa ketika anda berbisnis sudah tentu factor-faktor penentu kesuksesan berbisnis harus juga di jalani, seperti: mempunyai Visi dan Misi perusahaan, membangun tim yang kuat, membangun system kerja, membuat standard operation procedure. Jadi jangan berhenti hanya untuk mencari untung di satu proyek tapi bangun juga infrastruktur bisnisnya. Banyak orang terjun di dunia properti hanya untuk tujuan jangka pendek, hati-hati karena bisa terjebak dalam kerugian.

2. Berburu Lahan. Sebagaimana diajarkan oleh para pakar properti bahwa kata kunci berbisnis properti adalah 3 L : Lokasi, lokasi dan lokasi. Ya betul itu lokasi menentukan prestasi. Para pemain developer properti besar bahkan mampu menciptakan lokasinya sendiri. Ya mereka mampu menciptakan dengan cara membeli lahan kosong yang sangat luas, lalu membuat konsep hunian terpadu, membangun infrastruktur: akses jalan dan pasar, lalu mereka bangun hunian (perumahan, apartemen), maka terciptalah kawasan di lokasi strategis. Nah untuk kita yang baru mulai tentunya belum dapat meniru langkah-langkah developer properti besar. Yang dapat kita lakukan adalah dengan menjadi “small fish besides big fish”, pernah lihat ikan paus? Jika diperhatikan di sekitar ikan paus ada ikan-ikan kecil yang selalu mendampingin, nah ikan-ikan kecil ini seringkali menampung serpihan-serpihan makanan dari ikan paus. Nah sudah menangkap idenya kan? Jadilah kita ikan-ikan kecil itu. Caranya? Selalu intip pemain-pemain besar dalam menggarap lahan, memang ada resiko harganya lebih mahal, tapi jangan takut karena jika kawasan tersebut sudah terbangun maka berapa pun harga unit rumah akan dibeli oleh konsumen. Ini cara pertama. Cara kedua, coba deh buat list teman-teman sekolah, tetangga, saudara, kenalan, rekan bisnis dan lain sebagainya. Kontak mereka say hello dan sambung silaturahiim, lalu tanyakan apa mereka punya lahan yang bisa digarap? Nah disini malah bisa dapat hot deal nih, karena bisa kerjasama. Cara ketiga, bisa menghubungi broker properti. Di tahap ini yang terpenting kita mendapatkan data base lahan lalu kita analisa lebih detail.

3. Land Check Up.